Berkat Dukungan PHR, Unilak Naik Peringkat di Ajang UI Green Matric 2023

Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning Riau

 

BeritaAzam.com, Pekanbaru – Dukungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam pembangunan Danau Ekoriparian, Taman Kehati Arboretum Unilak dan Bank Sampah untuk Universitas Lancang Kuning Riau ternyata memberikan dampak positif bagi kampus yang telah berdiri sejak tahun 1982 ini.

Melalui bantuan program diatas, mampu mendorong naiknya peringkat Unilak di ajang UI GreenMetric World University Rankings Tahun 2023 yang dipersembahkan oleh Universitas Indonesia. Sebelumnya pada tahun 2022 Unilak berada di posisi 80.

UI GreenMetric World University Rankings Tahun 2023 merupakan sebuah ajang pemeringkatan berbasis komitmen tinggi terhadap pengelolaan kampus hijau dan kelestarian lingkungan hidup perguruan tinggi di Indonesia.

UI GreenMetric sendiri merupakan pemeringkatan perguruan tinggi kelas dunia usungan Universitas Indonesia (UI) yang menitik beratkan penilaian pada komitmen pengelolaan lingkungan hidup kampus. Indikator penilaian pada UI GreenMetric 2020 dilandasi tiga pilar, yakni lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial.

Dikutip dari laman, UI GreenMetric kemudian membagi tiga pilar landasannya menjadi enam indikator penilaian yang memiliki persentase poin yang berbeda. Indikator-indikator tersebut ialah Penataan dan Infrastruktur (SI), Energi dan Perubahan Iklim (EC), Air (WR) dan juga Limbah (WS), Transportasi (TR) serta Pendidikan dan Penelitian (ED).

Di Riau, Unilak menjadi satu-satu perguruan tinggi swasta di Riau yang berhasil masuk dalam UI Green Matric. Sertifkat penghargaan untuk Unilak di tandatangani oleh Prof Dr Ir Riri Fitri Sari MM MSc/Chairperson of UI Greenmatric di Makassar 30 Novemver 2023.

Pada pengumuman itu ada 144 kampus di Indonesia yang masuk peringkat baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Untuk Provinsi Riau hanya ada dua kampus yang masuk yaitu UNRI di posisi 46 dan Unilak posisi 76. Tahun 2022 Unilak berada di posisi 80. Untuk urutan 1 hingga 5 ditempati kampus di jawa yaitu Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, IPB University, Universitas Negeri Semarang.

BACA JUGA:  Kecelakaan di Tol Permai Pekanbaru - Dumai: Mobil Pajero Terguling Akibat Pecah Ban, Tidak Ada Korban Jiwa

Sementara itu Rektor Unilak Prof Dr Junaidi merasa senang dan bersyukur Unilak naik peringkat dalam UI Green Matric 2023. Naiknya peringkat Unilak di tahun ini tidak lepas dari dukungan PHR kepada kita.

Hadirnya Taman Kehati Arboretum Unilak, Danau Ekoriparian dan Bantuan Bank Sampah Unilak telah memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat Riau. Melalui Kolaborasi Unilak dan PHR dalam program bank sampah diwujudkan dengan melakukan pendampingan, pembinaan bagi kelompok masyarakat di 6 Kabupaten Kota di Riau, tidak itu saja, program ini kemudian menyasar ke lebih dari 15 sekolah dan pesantren di Riau dalam mengatasi mengelola persoalan sampah di lokasi mereka, tidak hanya sampah bernilai rupiah, tapi bagaiman mengubah pola pikir menjadi ide ide kreatif.

Selain itu, hadirnya Danau Ekoriparian, Taman Kehati telah memberikan dampak baik dalam menciptkan lanskap/panoramo kampus Unilak lebih frendly, ramah, hijau, lestari, dan menghasilkan udara bersih, tentunya kita bersama PHR terus berbuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat Riau melalui program program lainya. Ujar Prof Junaidi.

Kepala PIC Greenmatric Unilak Dr Indra Purnama. M.Si merasa senang Unilak mendapatkan prestasi nasional. “Alhamdulillah akhirnya atas persetujuan Pak Rektor kampus kita di tahun 2023 dapat diukur terkait sejauh mana aspek sustainability atau keberlanjutan di kampus kita. Dan naik peringkat. Semoga ke depannya, program-program hijau seperti bank sampah, penataan kawasan konservasi, serta penerapan smart building dapat terus di tingkatkan di kampus kita.” ujar Indra yang dihubungi, Jumat, 2 Desember 2023.

Dijelaskan Dr Indra keberhasilan Unilak tersebut tak lepas dari upaya seluruh sivitas akademika Unilak termasuk rektor dan jajarannya yang berkomitmen tinggi untuk mewujudkan kampus hijau yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai regulasi yang mendorong semua dosen untuk bersama-sama menciptakan ekosistem tersebut.*