Danrem Jadi Bapak Asuh Anak Stunting, Gubernur Riau: Semoga Angka Stunting di Riau Turun

Gubernur Riau Syamsuar didampingi Ketua TP PKK Provinsi Riau, Misnarni Syamsuar mengukuhkan Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 031 PD I BB sebagai bapak dan bunda asuh anak stunting, di Gedung Daerah Balai Serindit.

Beritaazam.com, Pekanbaru – Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional yang telah dimasukkan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2020-2024.

Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan kerjasama seluruh stakeholer.

Kemudian untuk mewujudkan penurunan angka stunting di Provinsi Riau, Gubernur Riau Syamsuar mengangkat Komandan Resor Militer (Danrem) 031 Wirabima, Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung sebagai Bapak asuh anak stunting. Sementara istrinya disebut Bunda Asuh anak stunting.

Acara yang dilaksanakan di Gedung Daerah Balai Serindit, Jumat 30 September 2022 ini juga dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Riau, Misnarni Syamsuar
.

Pada sambutannya, Gubernur Riau mengatakan, program bapak dan bunda asuh anak stunting yang diinisiasi oleh BKKBN ini hadir untuk memberikan ruang kontribusi kepada pemangku kepentingan guna turut ambil bagian dalam percepatan penurunan stunting.

 

Gubernur Syamsuar menyebutkan, bahwa  Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting 14 persen di tahun 2024. Sementara prevelensi stunting di Indonesia berdasarkan data dari tahun 2021 pada angka 24,4 persen.

 

Ia menjelaskan, sebaran data stunting Provinsi Riau berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 adalah 22,9 persen. Untuk mendukung target percepatan penurunan stunting nasional, maka Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen menetapkan target stunting pada RPJMD 14 persen pada tahun 2024.

“Dengan kata lain angka pada setiap tahunnya harus bisa kita turunkan sebesar 2,7 persen,” tekan Syamsuar.

Selain itu, tambah Syamsuar, program penurunan stunting merupakan aksi konvergensi lintas sektor.

Dia menyebut bahwa  program ini bukan semata tanggung jawab dari salah satu OPD saja tapi semua pihak.

“Sekaligus untuk pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan dan peningkatan akses air minum dan sanitasi,” lanjutnya.

 

Oleh karenanya, Gubernur Syamsuar  menyebutkan, Pemprov Riau telah membentuk tim percepatan penurunan stunting mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa. Ia berharap melalui program bapak dan bunda asuh anak stunting, penurunan angka stunting khususnya di Provinsi Riau dapat terwujud.

“Semoga dengan adanya program ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting Indonesia khususnya di Provinsi Riau pada tahun 2024,” harapnya.*