Dosen FAI UIR Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Madrasah An-Nikmah Kamboja

Dua Dosen FAI UIR melaksanakan pengabdian kepada masyarakat kepada pengajar dan pengajar di sebuah sekolah Islam Madrasah An-Nikmah Kamboja, Kamis (06/03/2023) lalu

BeritaAzam.com, Pekanbaru – Dua Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau (FAI UIR) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat kepada pengajar dan pengajar di sebuah sekolah Islam Madrasah An-Nikmah Kamboja, Kamis (06/03/2023) lalu.

Kedua dosen tersebut masing-masing Dr H Saproni Lc M Ed selaku Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab dan Dr H Zulkifli Rusby MM ME Sy selaku Dosen Prodi Ekonomi Syariah.

Pengabdian kepada masyarakat ini wajib hukumnya bagi seorang dosen di Universitas Islam Riau.

Kewajiban ini sebagai salah satu wujud implementasi Catur Dharma pendidikan yang terdiri dari pendidikan, pengajaran, penelitian, pengembangan, pengabdian kepada masyarakat dan pelaksanaan dakwah islamiyah.

Ketua pengabdian masyarakat Dr H Saproni Lc M Ed mengatakan, pengabdian masyarakat yang dilaksanakan ini adalah implementasi dari penandatanganan nota kesepahaman berupa Memorandum Of Understanding (MoU) antara Universitas Islam Riau dengan Highest Council For Islamic Religious Affairs Cambodia (HICIRAC). MoU ini dalam bentuk penyampaian materi Saminiyyah serta materi tentang membangkitkan jiwa entrepreneurship di kalangan minoritas Kamboja.

“Adapun materi pengabdian masyarakat adalah sosialisasi hasil penelitian yang berbentuk metode Saminiyyah, yaitu sebuah metode cepat membaca tulisan Arab untuk pemula dewasa,” sebut Dr H Saproni Lc M Ed.

Menurut Dr H Saproni Lc M Ed, hal tersebut dirasa penting untuk dibekalkan kepada para pelajar dan pengajar di sekolah Islam yang ada di Kamboja. Kenapa? Karena melihat urgensi bahwa muslim di negara yang terkenal dengan julujkan Land of The Khmer itu merupakan agama minoritas. Dan berdasarkan data terbaru yang dirangkum, penganut agama Islam di Kamboja hanya sebesar 700 ribu penduduk dari total masyarakat Kamboja sebanyak 17 Juta jiwa.

“Inti dari metode Saminiyyah ini merupakan delapan langkah praktis dalam menghantarkan peserta pemula dewasa untuk dapat bisa cepat memahami dan melafalkan tulisan Arab baik untuk tujuan mempelajari bahasa arab ataupun mempelajari membaca Al-Qur’an dari awal,” beber Dr H Saproni Lc M Ed.

BACA JUGA:  Menyumbang Prestasi Internasional untuk UIR, Dr Evizal Terpilih dalam Program WCP

Selain materi terkait metode membaca tulisan Arab, katanya, dalam pengabdian masyarakat yang dilaksanakan itu juga disampaikan materi mengenai motivasi Enterpreneurship yang disampaikan oleh Zulkifli Rusby.

Penting diangkatnya tema mengenai motivasi berwirausaha bagi kalangan muslim Kamboja oleh Zulkifli Rusby, di latar belakangi oleh kaum muslim di negara tersebut yang merupakan masyarakat minoritas. Terlebih di era revolusi 4.O yang menuntut siapapun untuk senantiasa aktif dan dapat memberikan yang terbaik dalam rangka mewujudkan cita-cita umat muslim yang dapat mengikuti perkembangan zaman dan arus globalisasi dewasa kini.*