Jelang Purnabakti, Karyawan PT RAPP Dilatih Kewirausahaan dan Pengelolaan Keuangan

Mill Operation Support Director PT RAPP, M. Ali Shabri membuka pelatihan Pra Pensiun Batch 12.

Beritaazam.com, Pangkalan Kerinci – PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) kembali menyelenggarakan pelatihan Pra Pensiun Batch 12 untuk karyawan yang telah berusia 53 tahun.

Pelatihan yang digelar selama empat hari di pusat pelatihan APRIL Learning Institute (ALI), Pangkalan Kerinci, Rabu, 28 September 2022 ini,  di diikuti oleh 66 karyawan dan pasangan yang berasal dari berbagai departemen di APRIL (induk perusahaan PT RAPP-red).

Muhammad Ali Shabri, Mill Operation Support Director RAPP saat membuka pelatihan Pra Pensiun Batch 12 ini mengatakan,  pelatihan inhouse ini merupakan program khusus dari Human Resources Development (HR) APRIL. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu karyawan membuat rancangan masa depan setelah pensiun nanti di usia 55 tahun. Materi yang diberikan kepada peserta mulai dari persiapan mental menghadapi masa purnabakti, perencanaan keuangan dan kewirausahaan di masa pensiun hingga kelas fotografi produk untuk branding dan pemasaran. Materi pelatihan dipersiapkan dan disampaikan oleh trainer dari lembaga training Indonesia Professional Development Center (IPDC).  Ali Shabri berpesan bahwa masa pensiun harus disambut dengan enjoy.

“Yang sudah-sudah jangan disesali, mari sambut masa pensiun dengan bahagia, jadi awal yang baru di karir kedua. Jika nanti perlu bantuan perbankan untuk permodalan usaha, mungkin kita bisa diskusikan dengan bank-bank yang bekerja sama dengan RAPP. Jadi bapak dan ibu jangan sungkan-sungkan untuk menyampaikan aspirasinya,” pesan Ali Shabri.

Salah satu peserta yang memulai karirnya di APRIL pada tahun 2003, Elvy Junita, Peneliti dari Tissue Culture Lab, mengenang bagaimana perkembangan laboratorium Tissue Culture dari awal pembangunan hingga menjadi laboratorium canggih saat ini.

“Saya menyukai pekerjaan saya meneliti kultur jaringan di lab RAPP. Setelah pensiun pasti saya rindu dengan suasana kerja dan rekan-rekan. Namun saya sudah siap jika masa pensiun tiba. Bersama suami, kami telah mempersiapkan usaha untuk dijalankan di Yogyakarta nantinya,” ujar Elvy mantap.

Karyawan peserta pelatihan terlihat bersemangat mengikuti setiap sesi. Duduk semeja dengan pasangan masing-masing, belajar bersama dengan kompak. Anjasmara Dewi Permatasari, M.Psi., Psikolog yang memberikan sesi coaching aspek psikologi menekankan bahwa setelah pensiun kekompakan suami dan istri akan diuji.

Budi Suprayogo, trainer IPDC yang merupakan pensiunan wartawan membawakan sesi Wirausaha di Karir Kedua dengan gaya storytelling. Menurut Budi dengan gaya bercerita para peserta yang sudah berusia diatas 50 tahun lebih cepat menangkap materi pelatihan.

“Yang paling saya senangi dari karyawan RAPP ini adalah semangat dan antusiasmenya mengikuti setiap sesi. Tantangannya adalah kebanyakan dari para peserta kan orang lapangan, jadi berpikirnya lebih dominan menggunakan otak kiri. Saat diajak bicara bisnis yang dihitung untung ruginya dulu. Nah pelan-pelan kita ajak untuk mengaktifkan otak kanan, biar lebih kreatif,” ungkap Budi yang juga seorang pelaku wirausaha di bidang kuliner.

Setelah batch 12, tim HRD RAPP telah merencanakan pelaksanaan batch 13 di bulan Desember 2022 mendatang. Karyawan di usia 53 tahun diwajibkan untuk mengikuti pelatihan pra pensiun ini bersama suami dan istrinya.*