Optimalkan Pengumpulan Zakat, Unilak Pekanbaru Terapkan Sistem Payroll

Rektor Unilak Dr Junaidi SS MHum bersama Ketua Baznas Riau, Masriadi Hasan LC MA, Wakil Rektor II Hardi SE MM, Kepala Biro Keuangan, dosen dan pegawai di lingkungan Unilak.

Beritaazam.com, Pekanbaru – Untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat, Universitas Lancang Kuning (Unilak) menerapkan sistem payroll.

Zakat via payroll system adalah sebuah bentuk pelayanan zakat melalui pemotongan langsung dari gaji seorang karyawan di sebuah perusahaan. Tidak itu saja, keutamaan membayar zakat melalui payroll sistem memudahkan karyawan (penunaian zakat langsung dipotong dari gaji oleh bagian perusahaan.

Hal ini disampikan Rektor Unilak Dr Junaidi SS MHum saat sosialisasi pembayaran zakat dengan sistem payroll kepada seluruh dosen dan pegawai di lingkungan Unilak, Kamis, 22 September 2022.

Untuk mensukseskan sosialisasi ini, Unilak mengundang Ketua Baznas Riau, Masriadi Hasan LC MA. Turut hadir Wakil Rektor II Hardi SE MM, Kepala Biro Keuangan, dosen dan pegawai di lingkungan Unilak.

Dr Junaidi dalam sambutannya menyebutkan, program pengumpulan zakat dengan sistem payroll ini telah disetujui oleh Yayasan dalam rangka untuk meningkatkan potensi zakat di Unilak. Dan puluhan dosen dan pegawai telah setuju.

“Pada kesempatan ini saya menghimbau semua kita dosen karyawan yang gaji kita itu dibayarkan oleh Yayasan. Kita semua untuk tunaikan zakat melalui sistem payroll. Zakat yang kita bayarkan nantinya juga akan kembali ke kita, kembali ke Unilak. Potensi zakat kita sebenarnya besar tetapi yang terkumpul baru sedikit, dengan sistem Payrol akan lebih mudah efisien dan zakat yang terkumpul makin besar,” ujar Dr Junaidi.

Sementara itu, Ketua Baznas Riau Masriadi Hasan mengapresiasi Unilak yang telah menggunakan pengumpulan zakat dengan sistem payoll.

Menurutnya, Unilak menjadi perguruan tinggi pertama di Riau yang menggunakan sistem payroll.

“Semangat untuk mengembangkan zakat di Riau ini sudah sangat baik, bahkan sudah sampai di kamus-kampus,” katanya.

Dalam rangka mensukseskan pengumpulan zakat dengan sistem Payrol, Baznas, Yayasan Raja Ali Haji dan Rektor Unilak telah bertemu dan mendukung program ini. Karena program yang sangat baik dan akan sangat besar manfaatnya terutama bagi mahasiswa yang kuliah di Unilak.

“Kita punya pesantren mahasiswa Unilak. Dan ini dibiayai dari zakat. Dengan sistem payroll, maka kesempatan semakin banyak yang akan kuliah di perguruan tinggi,” katanya sembari menyampaikan, potensi zakat di Riau itu sangat besar. Secara umum tiap tahun ada Rp1,8 triliun. Ini jumlah yang sangat besar untuk mengelolanya. Potensi besar ini termasuk di dalam ada perguruan tinggi.

“Harapan kita dengan payrool sistem, potensi zakat di Unilak bisa tembus Rp500 juta hingga Rp1miliar,” harap Masriadi Hasan

Sementara itu, Dosen Fasilkom Unilak M Revnu Ohara sepakat dengan penerapan pengumpulan zakat dengan sistem payroll. Sistem ini memudahkan para dosen dan zakat memang kewajiban.

“Dengan payroll ini, memudahkan UPZ Unilak. Tentunya dengan zakat yang kita bayarkan manfatnya juga untuk kita (Unilak),” ujarnya.*