‘Pekik Pekak Kota Minyak’ Menghoyak Perayaan Hari Puisi Indonesia di Kota  Dumai

Penyair Riau asal Kota Dumai, Tyas AG saat perayaan HPI di Kota Dumai, Jumat (19/8/2022).

Beritaazamcom.Dumai –  Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) di Kota Dumai, Jumat (19/8/2022), berlangsung meriah. Kegiatan ini dihadiri penyair/seniman dari berbagai kabupaten/kota. Antara lain, Kota Pekanbaru, Rohil, Bengkalis, Kampar, Siak dan Dumai sendiri.Perayaan ini menjadi ajang silaturrahmi.

Para seniman/penyair tersebut atara lain,  Rian Harahap (Pekanbaru) yang juga Ketua Jaringan Teater Riau (JTR), Yanda Rahmanto selaku Ketua Harian Rumah Sunting (Pekanbaru), Muhammad Maulana (Pekanbaru), Muyati Umar (Pekanbaru), Khudri Anwar (Rohil), Mukhlis (Rohil), Wak Ghoz (Bengkalis), Aal Rakhim Sekha (Kampar), Zamhir Arifin (Siak) yang saat ini berdomisili di Pekanbaru dan beberapa lainnya.

Sedangkan para penyair/seniman Dumai antara lain,  Tyas AG, Sugito Syarif, Ucok Ahyar, zulkarnain, Andra, Panca, Nanta (musisi/kasi seni dan budaya Kota Dumai), Faisal (mahasiswa), Firdaus, Jimmy Brainstorming, Randa selaku pelantun syair dan segenap pengurus DKD lainnya.

Perayaan HPI di Riau setiap tahun digagas Komunitas Seni Rumah Sunting di bawah pimpinan seniman dan penyair perempuan Riau, Kunni Masrohanti. Bentuk pelaksanaannya setiap tahun juga berbeda. Tahun ini dilaksanakan di 10 kabupaten/kota dan 10 titik  karena HPI tahun ini merupakan HPI ke-10.

Sebagai penggagas, Kunni dan Rumah Sunting tidak bisa sendiri. Komunitas ini selalu mengedepankan kolaborasi. Maka, dengan kolaborasi bersama seniman, pemerintah, lembaga/instansi/komunitas setempat, kegiatan ini bisa dilaksanakan.

Di Dumai  Rumah Sunting berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Dumai (DKD) yang diketuai Asra Usradinda, Senepak yang dipimpin Ngah Aroel  dan Jaringan Teater Riau (JTR) yang dinakhodai Rian Harahap. Empat orang inilah yang membuat perayaan HPI di Dumai bisa berjalan baik.

Para seniman tampil secara bergantian. Bukan hanya seniman Kota Dumai, tapi ada yang dari Kabupaten Bengkalis, Rohil, Kampar dan Kota Pekanbaru.

Penampilan para seniman membuat Kedai Kopi Kampung di Jalan Ombak Dumai, makin malam makin ramai pengunjung.Mulai dari pembacaan puisi, syair, akustik, hingga monolog.

Perayaan HPI di Kota Dumai ini mengusung tema ‘Pekik Pekak Kota Minyak’. Kota Dumai menjadi kota ketiga pelaksanaan HPI di Riau ‘Raun-Raun 10 tahun 10 titik’ yang digagas Komunitas Seni Rumah Sunting, setelah Bengkalis 26 Juli dan Rohil 8 Agustus lalu.

“Terimakasih Dumai, sangat bersemangat dan bergelora. Terimakasih Ngah Aroel, terimakasih Ketua Dewan Kesenian Kota Dumai, Bang Asra Usradinda. Terimakasih semua seniman, penyair Dumai dan dari luar Dumai yang hadir. Ada Rohil, Bengkalis, Siak, Kampar dan Pekanbaru. HPI Bengkalis istimewa, HPI Rohil penuh kearifan lokal, HPI Dumai ada api seni sastra yang membara dan melambangkan kebangkitan. Terimakasih atas sambutan terhadap gagasan yang kami lontarkan dalam merayakan HPI di 10 kabupaten 10 titik tahun ini. Kolaborasi menjadi kunci. Kami hanya menghoyak, kawan-kawan penyair dan seniman di daerah yang luar biasa. I love you Dumai,” kata Kunni di sela-sela acara tersebut.

Penggagas perayaan HPI di Riau sekaligus Ketua Penyair Perempuan Indonesia (PPI) ini, menyebutkan, tema HPI yang diusung Kota Dumai berkaitkelindan dengan tema HPI secara nasional, yakni From Indonesia to The World.

“Semua dari dasar. “Kalau ada sumbangan Indonesia untuk dunia, maka ada sumbangan Riau untuk Indonesia, dan ada sumbangan Kota Dumai untuk Riau. Inilah puisi, bukan hanya kata, tapi ada makna dan pesan di dalamnya. Dumai kota ketiga perayaan HPI dari 10 kabupaten/kota di Riau tahun ini. Jadikan puisi bukan hanya untuk puisi, tapi puisi untuk membangun negeri,” kata Kunni.

HPI di Kota Dumai ini dilaksanakan secara kolaborasi antara Rumah Sunting,  Dewan Kesenian Dumai (DKD), Jaringan Teater Riau (JTR) dan  Senepak. Tentu juga dengan penyair dan seniman Riau lainnya.

Di Kota Dumai ini, Kunni datang bersama tim Rumah Sunting lainnya yakni,Yanda Rahmanto yang karya-karya puisinya termaktub salam antologi puisi Bisik Langit Pasak Bumi. Yanda sebagai Ketua Harian Rmah Sunting dan Muhammad Maulana sebagai tim publikasi dokumentasi. Hadir juga dari Pekanbaru penulis dan penyair Mulyati Umar yang juga Kepala Sekolah.

Ketua DKD Kota Dumai, Asra Usradinda mengaku bangga dan senang dengan diaksanakannya kegiatan tersebut. Ia mengucapkan selamat datang kepada seniman dan penyair yang datang dari luar Dumai. Malam itu  Asra menyerahkan buku puisi yang diinisiasi DKD. Puisi dalam buku ini karya penyair Dumai.

“Kata orang, Dumai ini atas minyak bawah minyak. Sampai hari ini beginilah kondisi Dumai.Tapi ya sudahlah, kita tetap berkarya dan berkesenian saja. Selamat datang di Kota Dumai. Terimakasih Rumah Sunting. Terimakasih Ngah Aroel yang selalu aktif dan ada ide. Ngah Aroel ni, kalau sudah bergerak, semua jadi di tangannya,” kata Usra.

Ngah Aroel selaku pelaksana Dumsu yang selalu berkomunikasi aktif dengan Kunni dan seniman lain dalam pelaksanaan HPI ini, mengaku terharu karena kegiatan ini mampu menghadirkan seniman dan penyair senior.

“Alhamdulillah kegiatan HPI di Dumai bisa berjalan baik. Terimakasih kepada semua yang hadir, termasuk senior-senior, semua datang. Seperti keluar dari persembunyian. Jadi malam HPI sekaliguas silaturrahmi. Kami sangat senang, mohon maaf kalau banyak yang kurang-kurang. Dan insyaallah jika ada kesempatan, kami akan menghadiri HPI di kota/kabupaten berikutnya nanti. Terimakasih Rumah Sunting,”  kata Ngah Aroel pula.*