PHR dan PCR Kembali Luncurkan Ekosistem Vokasi Tingkatkan Kapasitas SDM Riau

Peluncuran Program Penguatan Ekosistem Vokasi di Provinsi Riau, Selasa (19/9/2023). Program Vokasi merupakan bagian dari kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR dalam mengembangkan kompetensi masyarakat.

BeritaAzam.com, Pekanbaru – PT Pertamina Hulu Rokan terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif bagi masyarakat di Provinsi Riau. Kali ini, bekerja sama dengan mitra pelaksana Politeknik Caltex Riau (PCR), PHR meluncurkan kembali Program Penguatan Ekosistem Vokasi.

Program vokasi ini merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR dalam mengembangkan keterampilan dan kompetensi masyarakat. Peserta program akan menerima pelatihan dan sertifikasi yang memungkinkan mereka bersaing di pasar kerja dan bahkan membuka usaha sendiri.

Manajer External Communication and Stakeholders Relation (ECSR) South PHR WK Rokan, Wan Dedi Yudishtira, menyatakan, “Kegiatan ini juga merupakan dukungan kami terhadap program Menara Vokasi yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Dikjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta implementasi Pergub Riau no. 6 tahun 2022 tentang penguatan aspek vokasi oleh industri dan dunia usaha.”

Ia menambahkan, “Kami berharap program ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM di Riau dan sejalan dengan program link and match untuk menciptakan lapangan kerja.”

PHR dan PCR akan melaksanakan program penguatan vokasi ini melalui berbagai kegiatan, termasuk pembinaan, pelatihan, dan sertifikasi bagi siswa SMK serta masyarakat di wilayah operasi PHR WK Rokan. Total 627 orang akan menjadi penerima manfaat program ini, yang melibatkan santri pesantren, masyarakat, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan melibatkan penerapan teknologi tepat guna di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Ibnu Al Mubarok di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Kegiatan ini akan melibatkan 264 santri, 120 warga masyarakat, dan satu kelompok UMKM.

BACA JUGA:  Upaya Tambah Cadangan Migas, PHR WK Rokan dan BSP Sosialisasi Seismik di Rokan Hilir

Selanjutnya, program ini juga akan mencakup pengembangan keterampilan bagi 220 masyarakat kurang mampu di Kabupaten Rokan Hilir, serta 23 orang di Kabupaten Bengkalis.

Melalui program ini, PCR bahkan berhasil memperoleh Matching Fund Vokasi 2023 dari Direktorat Jenderal Vokasi, Kemendikbudristek melalui platform Kedaireka dengan program Penguatan Ekosistem Entrepreneurship berbasis Teknologi di Pesantren dan masyarakat sekitar.

PHR terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih kompetitif. Pada tahun 2022, PHR bersama PCR melaksanakan tujuh kegiatan peningkatan SDM, termasuk SMK binaan, pengembangan kapasitas pimpinan SMK, pengembangan kapasitas tenaga pendidik SMK, pengembangan kapasitas siswa SMK, pelatihan dan sertifikasi Operator K3 migas, pengembangan keterampilan bagi masyarakat Rokan Hilir, dan penguatan tata kelola Perguruan Tinggi Vokasi berbasis teknologi informasi terintegrasi.

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Kamsol, memberikan apresiasi atas kolaborasi antara PHR dan PCR dalam hal ini dalam mendukung pendidikan vokasi. Menurutnya, pendidikan vokasi adalah langkah strategis dalam membangun SDM yang unggul dan kompetitif di Provinsi Riau.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, satuan pendidikan vokasi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam merespons kebutuhan revitalisasi pendidikan vokasi. “Semoga ini akan meningkatkan kualitas SDM, terutama kompetensi di Riau melalui pelatihan dan sertifikasi, serta memberikan dampak positif pada revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi di Provinsi Riau,” ucapnya.

Direktur Politeknik Caltex Riau, Dadang Syarif Sihabudin Sahid, menjelaskan bahwa PCR berperan dalam penguatan pendidikan dan penelitian serta pengembangan sosial dengan bantuan teknologi dan sistem informasi bagi masyarakat. Tujuannya adalah agar UMKM yang dibantu dengan teknologi dan sistem informasi dapat meningkatkan kualitas usahanya.

BACA JUGA:  Sat Brimobda Riau Tingkatan Kemampuan Personel

Selain peningkatan kompetensi dan keterampilan teknis, pendidikan karakter dan soft skills, seperti disiplin, kejujuran, dan integritas, juga merupakan bagian penting dari peningkatan kapasitas generasi muda lulusan SMK. “Keterampilan teknis tetap penting, namun pendidikan karakter dan soft skills juga merupakan komponen yang sangat penting dalam peningkatan kapasitas,” tegasnya.

Vallerina, Analis Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, menyatakan bahwa program Penguatan Ekosistem Vokasi di Provinsi Riau sejalan dengan pilar pertama industri hulu migas dalam mendukung Visi Indonesia Emas 2045, yaitu pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu indikator perkembangan manusia adalah kesejahteraan masyarakat, dan melalui penguatan vokasi ini, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat menuju sejahtera.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi serta dukungan atas Program Penguatan Ekosistem Vokasi di Provinsi Riau. Semoga kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk bersama-sama mencapai kesejahteraan. Kami juga memohon doa agar bersama-sama dengan seluruh KKKS, kami dapat mencapai target produksi 1 juta BOPD dan 12 BSCFD sesuai arahan Presiden Republik Indonesia,” ungkapnya.*