Vale dan Huayou Sepakat Produksi 60.000 Ton Nikel Bahan Baku Baterai

Penandatangani The Heads of Agreement antara PT Vale Indonesia dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company (Huayou)

Beritaazam.com, JAKARTA – Kesepakatan kerjasama kembali tercapai antara PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company (Huayou). Kerja sama Vale-Huayou telah dimulai awal tahun ini dan Huayou melakukan studi kelayakan. Studi kelayakan telah disimpulkan dengan hasil positif. Dengan itu kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama, dengan menandatangani The Heads of Agreement yang akan menjadi acuan untuk kesepakatan lebih lanjut yang ditandatangani hari ini, Selasa 13 September 2022.

Kedua pihak sepakat untuk mengembangkan smelter nikel berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Smelter akan menghasilkan 60.000 ton nikel untuk bahan baku baterai.

Dalam proyek ini, Vale dan Huayou akan menggelontorkan investasi sebesar US$1,8 miliar atau sekitar Rp26,64 triliun (estimasi kurs Rp14.800 per dolar AS), dengan porsi kepemilikan masing-masing 30 persen Vale dan 70 persen Huayou dan diperkirakan rampung dalam tiga tahun antara akhir 2025 atau awal 2026.

CEO Vale Indonesia Febriany Eddy mengatakan pabrik HPAL baru ini akan mengolah bijih nikel limonit menjadi produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 60.000 ton produk nikel dalam MHP.

MHP kemudian dapat diolah menjadi bahan untuk komponen baterai, misalnya untuk kendaraan listrik. Salah satu poin terpenting dari kerjasama ini adalah komitmen para pihak untuk mencapai netralitas karbon pada 2050 dan kesepakatan untuk bekerja sama dalam meminimalkan emisi karbon.

“Kerja sama proyek pengembangan ini adalah salah satu bentuk realisasi komitmen pertambangan berkelanjutan dan strategi PT Vale dalam menunjang program Pemerintah Indonesia untuk membuat ekosistem mobil listrik di Indonesia,” terangnya, Selasa, 13 September 2022.

BACA JUGA:  Dekom PHR Kunjungi WK Rokan: Apresiasi dan Dukungan untuk Pekerja Migas

Presiden Komisaris Vale, Deshnee Naidoo dan Wakil Presiden Eksekutif Vale Base Metals mengatakan, kerjasama dengan Huayou Cobalt dalam proyek yang begitu penting. Perjanjian kemitraan ini merupakan katalis lain untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan dari sumber daya nikel kelas dunia Indonesia.

“Bersama dengan kemajuan terbaru pada fasilitas HPAL Pomalaa dan Proyek Blok Bahodopi, menunjukkan bahwa kami berkomitmen untuk melaksanakan proyek pertumbuhan berkelanjutan generasi berikutnya dengan dampak lingkungan yang minimal untuk kepentingan pemangku kepentingan lokal dan nasional,” paparnya.

Sementara Ketua Chen Xuehua dari Huayou mengatakan pada acara tersebut kerja sama kedua pihak adalah kombinasi sempurna dari keunggulan sumber daya mineral Vale dan keunggulan teknologi High Pressure Acid Leaching Huayou Cobalt, untuk mencapai pengembangan sumber daya mineral rendah karbon, hijau, dan berkelanjutan.

“Kerja sama kami juga dapat memenangkan peluang pertumbuhan bagi kedua belah pihak, menambah kekuatan dan nilai bagi industri, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia,” tuturnya.*

Optimized by Optimole